Menyangga Teleskop

Teleskop harus disangga dengan kuat agar tidak bergoyang dan menghasilkan bayangan yang kabur atau tidak jelas. Kebanyakan teleskop amatir disangga di atas tripod (penyangga berkaki tiga). Teleskop pengamat yang besar memiliki penyangga yang besar pula. Tetapi berapapun ukurannya, teleskop harus diposisikan sedemikian rupa agar dapat digerakkan untuk mengamati bagian-baian langit yang berbeda.
Terdapat dua cara utama untuk menyangga teleskop. Cara yang paling sederhana adalah ALTAZIMUTH, yaitu seperti posisi pada tripod kamera. Teleskop dengan posisi seperti ini dapat digerakkan ke atas dan ke bawah (sesuai altitude) dan bergeser secara horizontal (sesuai azimuth). Kekurangannya adalah jika kamu ingin mengikuti gerakan bintang tertentu, kamu harus menggerakkan teleskop mengikuti altitude dan azimuthnya secara berkesinambunagn agar dapat mengikuti bintang-bintang yang bergerak bebas di langit lepas.
Mengikuti pergerakan bintang-bintang di langit menjadi lebih mudah dengan POSISI EQUATORIAL. Kamu memposisikan teleskop pada dua sumbu yang tegak lurus satu sama lain. Salah satu sumbu tersebut (sumbu polar) dibuat sejajar dengan sumbu bumi. Ketika teleskop digerakkan mengelilingi sumbu ini, teleskop akan mengikuti jalur yang sama dengan arah putaran bintang. Teleskop juga dapat bergerak mengelilingi sumbu yang lain (sumbu deklinasi) untuk menentukan tinggi rendah lokasi bintang di langit.

Source:
Kerrod, Robbin. 2005. Astronomi. Jakarta: Penerbit Erlangga

No comments: